AlexLetlora.Com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya.
Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

View : 736 kali


Khotbah
Jumat, 29 Maret 2013
Lukas 23 : 44 - 49
MAKNA KEMATIAN YESUS ( Jumat Agung )
Pdt. Alex Letlora





Sahabat-sahabat  yang Tuhan Yesus Kasihi,

Dosa dengan segala kuasanya merupakan kekuatan yang terus menerjang dan hendak menguasai kehidupan manusia. Dosa dengan segala kegelapan yang dimiliknya berperan menyatakan kabar dukacita bahwa manusia yang terbelemggu tidak terselamatkan. Namun dosa dengan segala pengaruhnya membuat seseorang berada dalam keterputusan dengan Allah sebagai kondisi yang paling parah ( Mat. 27:46 ). Kondisi yang terputus dari Allah merupakan puncak dari kemenangan dosa yang menempatkan manusia pada kehinaan dan kebinasaan.
Ketika Yesus di salib, penderitaan yang dialami adalah yang seharusnya kita alami sebagai bentuk pemberontakan kita. Penderitaan demikian yang dinubuatkan Yesaya :
Yes 53:4-6 - "Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian".

1. Disalib itulah terjadi kurban yang dengan rela dilakukan Yesus sebagai bentuk dari penyelamatan yang dilakukan-Nya. Kematian yang demikian tragis dan menghina telah dialaminya dengan kepala tegak. Kematian yang kemudian menghadirkan kehidupan bagi manusia ditempuh olehn-Nya dalam kekuatan kasih ( Yoh. 3 : 16 ). Seluruh peristiwa golgota kemudian mengerucut pada satu pengakuan yang justru dikemukakan kepala perwira. Ia dengan tajam mampu menyatakan pemahamannya tentang Yesus bukan dengan data yang tersedia di PL, tetapi kepakaan melihat sebuah peristiwa memberinya pemahaman baru tentang kebenaran. Kebenaran bukan pada tampilan yang elok dan rupawan tetapi bilur-bilur-Nya juga untuk kepala penjaga itu.

2. Golgota dan Yerusalem khusunya Bait Allah yang terpisah dan berjarak kini mengalami makna baru ketika gologota dan yerusalem diperatukan oleh kasih. Artinya kasih tidak hanya di menjadi berita di ruang-ruang ibadah tetapi berwujud di lapangan di ruang public. Berita tentang kasih Allah yang selama ini sudah dinubuatkan mengkristal didalam peristiwa golgota. Maka kesadaran tentang kasih yang mempertautkan 2 pihak menjadi nyata dalam peristiwa golgota. Tirai bait Allah yang terbelah dari atas sampai bawah memberi makna baru bahwa Allah adalah Allah yang menjangkau manusia dan bukan sebaliknya sehingga manusi bisa bermegah seperti pernyataan Paulus di 1Kor 15:21-22 - "Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam (persekutuan dengan) Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam (persekutuan dengan) Kristus".

Apa yang terjadi di golgota memberi pemahaman yang baru bagai kita bahwa kuasa dosa memang luar biasa namun kuasa dosa dengan konsekuensi maut sudah dikalahkan dengan kuasa kasih. Ketika dosa meninabobokan manusia kasih justru hadir dengan wajah yang menantang sretiap orang untuk memiliki pengakuan seperti yang dilakukan oleh penjaga.
Maka persitiwa golgota memberi pesan yang kuat bahwa :
1. Dosa dan setan sudah dikalahkan sehingga manusia tidak lagi dibelenggu oleh kuasa dosa dan setan.

2. Kasih karunia Allah selalu diberitakan oleh Gereja sebagai persekutuan umat Tuhan melalui perjamuan kudus. Maka perjamuan kudus merupakan sebuah penegasan akan kasih karunia Allah yang tidak bernilai. Maka mengambil bagian dalam perjamuan kudus merupakan sukacita besar.

Peristiwa golgota telah menjadi peristiwa pilu berubah menjadi kemenangan karena Yesus hadir dalam penyerahan yang total kepada Bapa - kedalam tanga-Mu Kuserahkan nayawaku. Ia memberi diri dalam keutuhan sehingga manusia yang percaya kepada-Nya dengan tepat memberikan diri. Kedalam tangan yang tepat maka masa depan selalu diliputi pengharapan.
Maju terus bersama Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia.






Arsip Khotbah:

Sabtu, 26 Juli 2014
KUASA YANG BEKERJA DI DALAM KITA

MINGGU, 6 Juli 2014
TUHAN SUMBER SEGALANYA

Minggu, 15 Juni 2014
MULIAKANLAH ALLAH DAN DENGARKAN SUARA-NYA

Minggu, 22 Juni 2014
KENDALIKAN EMOSIMU

Minggu, 8 Juni 2014
BERTOBATLAH DAN TERIMALAH ROH KUDUS

Minggu, 1 Juni 2014
GARAM DAN TERANG DALAM PERSPEKTIF BULAN PELKES

Minggu, 11 Mei 2014
MENJADI LEBIH BAIK DAN LEBIH BAHAGIA

Minggu, 04 Mei 2014
BERBALIK DAN BERKARYA BAGI-NYA

Sabtu, 19 April 2014
LEMAH BUKAN BERARTI TIDAK BISA

Minggu, 13 April 2014
SAHABAT YANG BERKHIANAT

Arsip Khotbah..



Sub Kategori Khotbah:

    Last Searches:

    Kategori Utama: Artikel (20), Catatan Refleksi (51), Khotbah (79), Photo Keluarga (8), Photo Lain (2)
    Mengenai Saya:





    Saya adalah Pendeta di GPIB Immanuel, Depok. Melayani selama 25 tahun sejak desa Baras ( Sulawesi Barat ). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
    Kami diberkati 23 tahun yang lalu dan dikarunia Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami. 

    MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.